Senin (18/3) Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah INSURI Ponorogo hari ini sedang punya hajat, yakni visitasi dan asesmen lapangan akreditasi program studi. Kegiatan yang sudah direncanakan sekitar delapan bulan sebelumnya tersebut mendapat jawaban melalui surat resmi Badan Akreditasi Negara Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada awal Maret 2019. BAN-PT menugaskan dua asesor untuk melakukan visitasi dan asesmen lapangan yaitu Dr. Fakhri Husein, M.Si, dosen UIN Sunan kalijaga Yogyakarta dan Dr. Muhammad Taufiki, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan yang berlangsung sekitar tujuh jam ini difokuskan dengan verifikasi dan validasi bukti otentik antara borang yang dikirim melalui Sistem Akreditasi Perguruan Tinggi Online (SAPTO) dengan data yang ada di prodi. Tujuh standar yang akan dinilai oleh BAN-PT, standar satu Visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaiannya. Standar dua meliputi Tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan dan penjaminan mutu. Standar tiga adalah Mahasiswa dan lulusan. Standar empat berkutat pada Sumber daya manusia. Standar lima terkait Kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik. Standar enam terkait Pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi. Dan terakhir standar tujuh adalah Penelitian, pelayanan/pengabdian kepada masyarakat dan kerjasama.
Di sela-sela asesmen, asesor menyempatkan untuk berkeliling di lingkungan kampus terutama di kelas-kelas, laboratorium, laboratorium microteaching, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, laboratorium mini bank, serta ruang-ruang pimpinan. Apresiasi disampaikan oleh asesor terkait pengelolaan prodi HES yang sebelumnnya sudah memiliki nilai Akreditasi Baik (B). Di sisi lain, asesor juga memberi saran kepada civitas akademika INSURI khususnya pada dosen yang ada di prodi HES untuk lebih meningkatkan berbagai hal yang telah dirumuskan oleh BAN-PT. Prodi HES di tahun-tahun berikutnya harus lebih maju dari sekarang sehingga memiliki branding dan nilai jual yang tinggi. Seperti diketahui bahwa Hukum Ekonomi Syariah di Indonesia kini terus berkembang apalagi menjelang revolusi industri 4:0. Prodi harus lebih siap guna memberikan pelayanan prima dan lulusan terbaik. Dengan demikian, prodi akan recomended dan diminati mayarakat umum, imbuhnya.***